Thursday, March 28, 2013

KENAPA HANYA HANTU DALAM NEGRI YANG PALING BURUK ??

Berhubung malam ini malam jumat gua bakal bahas tema tentang hantu/setan di dunia, pasti lu tau kan apa itu yang namanya hantu/setan ?? tau dong pasti, yang jelas setan itu bukan gua :). Gua bakal menyebutkan jenis" hantu/setan yang ada di dunia. Oke sekarang kita mulai dari hantu/setan yang paling keren di luar negri dan di dalam negri .

Hantu Luar Negri

VAMPIRE
vampire kenapa gua taro paling awal karna menurut gua vampire setan yang paling keren karna di film twilight ada vampire yang ganteng dan keren. tapi sebenernya gua masih bingung sebenernya vampire itu hantu atau mayat hidup. Dan vampire mempunyai keahlian dalam menghisap darah manusia dan menaklukan wanita di film twilight, bener ga ?? bener kalo di film itu. Tapi vampire mempunyai kelemahan yaitu terkena sinar matahari karna dia hanya ada di malam hari kalo siang jarang ada.

DRACULA
Dracula hantu yang menurut gua keren nomer dua, kenapa gua bilang keren karna kostumnya memakai jubah kaya batman tapi ga pake topeng, dan dia mempunyai keahlian yang sama dengan vampire yaitu menghisap darah manusia kalo di pikir" kaya nyamuk yah hahaha, tapi bila terkena gigitan dracula akan terinfeksi menjadi dracula juga begitu katanya. Dracula juga keluar pada malam hari dia bisa merubah wujud menjadi kelelawar, gua juga gatau kenapa dia berubah wujud jadi kelelawar kenapa ga jadi nyamuk aja atau jadi softek *loh.

MUMI
Mumi hantu keren ketiga versi gua, karna mumi dari pala sampe kaki di balut pake perban, gua gatau kenapa dia di balut semuanya pake perban sedikit aneh tapi keren sih. Mumi cuma ada di Mesir kaga ada di tempat laen, kalo adapun mungkin dia lagi holiday bosen di Mesir panas bro katanya.

ZOMBIE
Zombie hantu terkeren paling akhir, knapa paling akhir karna mukanya engga banget bro ancur gada yang beres jalannya aja sengkle miring-miring, tapi zombie masih punya pakaian dan namanya pun bisa di bilang keren iya ga, dia punya keahlian menggigit bro, bahaya gigitannya bisa menular jadi zombie bro.

Hantu Dalam Negri

Hantu dalam negri banyak bro ribet nyebutinnya intinya hantu dalam negri kalah kualitas bro dengan hantu luar negri dari segi rumah pakaian bahkan wajah -___- . Namanya pun aneh-aneh pasti ente semua pada tau kan bro jadi intinya aja bro hahaha.


Nah sekarang gua ambil kesimpulannya aja nih, dari segi hantu aja kita udah kalah kualitas gimana yang lain. Jadi kita harus semangat bro jangan mau kita dipandang rendah oleh orang lain, tapi intinya kita ga boleh sombong harus tetep rendah hari tapi ga rendahan, jangan pernah patah semangat apapun yang terjadi, buat dunia bangga sama diri kita sendiri :). semoga artikel ini bermanfaat buat para pembaca :)

readmore...

Thursday, March 21, 2013

TEORI ORGANISASI UMUM 2

PERILAKU KONSUMEN




NAMA    : BURHANUDDIN ASHARI
KELAS   : 2KA19
NPM      : 11111562

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia yang telah diberikan, kami dapat menyusun Tugas Makalah Teori Organisasi Umum2.
Kritik dan saran kami harapkan dari pembaca, khususnya kepada dosen yang membimbing kami, demi kesempurnaannya tugas makalah yang akan datang.
Semoga makalah ini bermanfaaat bagi para pembaca, dan diharapkan mereka dapat lebih mengetahui dan memahami tentang perilaku konsumen.

Amin ya Rabbal ‘alamin.    





Depok, 22 Maret 2013


Penyusun

 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan denga pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.  
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri. Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitias yang di sederhanakan. Model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas konsumen. Model perilaku konsumen dapat pula diartikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang mewakili apa yang di yakinkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli.

1.2  Rumusan Masalah                                                      
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian dari perilaku konsumen ?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen ?
3. Bagaimanakah pendekatan perilaku konsumen ?
4. Bagaimanakah perilaku konsumen Indonesia ?

1.3  Tujuan Penulisan  
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai, adalah:
1.  Untuk memenuhi tugas Teori Organisasi Umum 2
2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen
3. Untuk mengetahui teori dari perilaku konsumen


 BAB II
PEMBAHASAN
II.1 ISI
2.1 Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Konsumen adalah seseorang yang menggunakan barang atau jasa. Konsumen diasumsikan memiliki informasi atau pengetahuan yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya. Mereka tahu persis kualitas barang, kapasitas produksi, teknologi yang digunakan dan harga barang di pasar. Mereka mampu memprediksi julah penerimaan untuk suatu periode konsumsi. Berikut ini adalah wujud dari konsumen
Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya

2.2 Dua wujud konsumen 
1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri. 
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
2.3.1 Faktor Sosial
a. Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).

2.3.2 Faktor Personal
a. Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).

2.3.3 Faktor Psychological
a. Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207)
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).

2.3.4 Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).

2.3.5 Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian menurut Schiffman, Kanuk (2004, p.547) adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan. Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Fully Planned Purchase, baik produk dan merek sudah dipilih sebelumnya. Biasanya terjadi ketika keterlibatan dengan produk tinggi (barang otomotif) namun bisa juga terjadi dengan keterlibatan pembelian yang rendah (kebutuhan rumah tangga). Planned purchase dapat dialihkan dengan taktik marketing misalnya pengurangan harga, kupon, atau aktivitas promosi lainnya.
2. Partially Planned Purchase, bermaksud untuk membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merek ditunda sampai saat pembelajaran. Keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh discount harga, atau display produk.
3. Unplanned Purchase, baik produk dan merek dipilih di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan katalog dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja. Dengan kata lain, sebuah pajangan dapat mengingatkan sesorang akan kebutuhan dan memicu pembelian (Engel, F. James, et.al , 2001, pp.127-128)

2.4 Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatan perilaku konsumen terbagi dua yaitu:
1.      Teori Kardinal ( Cardinal Theory)
Teori Kardinal menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal,sebagaimana kita menghitung berat dengan gram atau kilogram,panjang dengan centimeter atau meter. Sedangkan satuan ukuran kegunaan (utility) adalah util. Keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan. Nilai kegunaan yang diperoleh dari konsumsi disebut utilitas total (TU). Tambahan kegunaan dari penambahan suatu unit barang yang dikonsumsi disebut utilitas marjinal (MU). Total uang yang harus dikeluarkan untuk konsumsi adalah jumlah unit barang dikalikan harga per unit.
2. Teori Ordinal ( Ordinal Theory )
a. Kurva Indiferensi ( Indiference Curve )
Menurut Teori Ordinal, kegunaan tidak dapat dihitung tetapi hanya dapat dibandingkan, sebagaimana kita menilai kecantikan atau kepandaian seseorang. Untuk menjelaskan pendapatnya, Teori Ordinal menggunakan kurva indiferensi (indiferensi curve). Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen.
b. Kurva Garis Anggaran ( Budget Line Curve )
Garis Anggaran (budget line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar.
c. Perubahan Harga Barang dan Pendapatan
Perubahan harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli, diukur dari besar luas bidang segi tiga yang dibatasi kurva garis anggaran. Bila luas bidang segitiga makin luas,maka daya beli meningkat,begitu juga sebaliknya.

2.5  Perilaku Konsumen Indonesia
Menurut Handi Irawan perilaku konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu:
1. Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.
2. Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatannya menarik (tanpa perencanaan sebelumnya).
3 Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indikator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.
4. Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan pengguna lain.
5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu  sendiri.
6. Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di Indonesia
7. Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung symbol-simbol agama.
8. Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D, ada tiga budaya yang menyebabkan
gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.
9. Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun  unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.
10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

2.6 Proses Pengambilan Keputusan pembelian
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni :
1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
 2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternative strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktuyang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen.  Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

2.7 Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan penalamannya terhadap rangsangan tersebut. 
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

II.2 STUDI KASUS

Analisis Perilaku Konsumen dalam Pembelian Online

Di zaman serba instan ini, biasanya seseorang menginginkan sesuatu hal didapatkan secara mudah dan dengan cara yang sederhana. Misalnya dalam berbelanja. pembeli tidak perlu lagi datang ke toko dimana produk yang dia inginkan dijual. Pembeli hanya perlu mengakses internet kemudian memilih website sebagai toko online yang menjual produk yang dia inginkan. Setelah memilih barang yang diinginkan sesuai dengan spesifikasinya, dia hanya perlu membayarnya dengan kartu kredit atau transfer melalui phone banking dan bisa juga melalui layanan internet banking. Pembeli hanya perlu menunggu sampai barang yang di pesan dikirimkan langsung ke rumah.
Belanja online sebetulnya dalam sejarahnya sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Hanya saja saat itu medianya bukan dengan menggunakan layanan internet. Saat itu sudah dikenal dengan memakai televisi dan telepon. Penjual dapat mengiklankan produknya menggunakan televisi dan pembeli dapat membeli barang tersebut secara online melalui sambungan telepon. Caranya hampir sama dengan belanja online dengan layanan internet. Pembeli hanya tinggal menghubungi penjual, kemudian penjual mengirimkan barangnya ke rumah pembeli dan terjadilah transaksi jual beli di rumah pembeli.
Lain lagi jika kita membeli sebuah barang melalui sebuah forum jual beli. Dalam forum jual beli lebih diutamakan kenyamanan masing-masing pihak antara penjual dan pembeli. Misalnya mereka bisa melakukan pembayaran secara COD (Cash On Delivery) atau menggunakan Rekening Bersama. Namun cara seperti COD memang ada kelemahannya. Karena pembeli dan penjual tetap harus mau repot untuk bertemu di sebuah tempat yang dijanjikan. Keuntungannya adalah keduanya bisa sama-sama mengerti tentang barang dan jenis transaksi yang lebih cepat yaitu menggunakan uang tunai.
Saya pribadi memiliki pengalaman dalam berbelanja online. Saat itu saya tengah menyiapkan kelahiran si buah hati. Sebagai orang tua tentu saja kami menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari pakaian hingga perlengkapan lainnya. Nah, saat itu saya sangat tertarik pada gendongan kangguru. Karena di toko aslinya lebih mahal akhirnya saya mencarinya secara online. Alhamdulillah saya mendapatkan toko online yang menjual gendongan kangguru yang saya inginkan. Tinggal memilih item yang saya inginkan, kemudian melakukan pembayaran melalui transfer bank dan saya hanya tinggal menunggu barang tersebut dikirimkan. Tidak jarang toko online memberikan potongan harga menarik dan barangnya tentu saja bisa saya dapatkan lebih murah.
Keunggulan Belanja Online
Ada beberapa keunggulan berbelanja secara online, antara lain:
Pertama, pembeli tidak terikat antara jarak dan waktu. Contoh sederhana misalnya beberapa waktu yang lalu, saya mempunyai konsumen yang berasal dari kota Pontianak. Disana jarang sekali ditemukan pusat perbelanjaan, seperti toko pakaian, dll. Terkadang dia mengalami kesulitan untuk mencari pakaian-pakaian yang ia inginkan. Dengan adanya toko online, konsumen saya tidak kesulitan lagi mencari pakaian-pakaian yang ia inginkan. Dia hanya perlu mencari toko online yang menjual pakaian yang dia inginkan kemudian dia memesannya secara online pula. Dengan demikian, keinginannya untuk mendapatkan pakaian terbaru kini sudah terbantu berkat toko online. Lebih cepat dan lebih mudah.
 Kedua, pembeli dari segala usia bisa melakukan belanja secara online. Dengan memanfaatkan gadget yang anda miliki, anda bisa membeli barang yang anda inginkan secara online. Pembeli hanya tinggal memilih barang apa saja yang akan dipesan. Setelah melakukan pembayaran melalui transfer uang, pembeli hanya tinggal menunggu barang yang dipesan datang ke rumah secara langsung. Tidak repot harus keluar rumah dan mengeluarkan biaya bensin. Jika dihitung-hitung akan lebih mahal berbelanja secara langsung ke tokonya. Pembeli akan lebih banyak mengeluarkan uang. Selain untuk ongkos bensin, pastilah juga keluar biaya lain. Perlu usaha lebih dan godaannya pun semakin banyak jika berbelanja secara langsung.
Ketiga, belanja secara online sangat menghemat waktu dan energi. Bagi pekerja di Jakarta, tentu waktu dan energi adalah sesuatu hal yang sangat berharga. Pekerja yang terbiasa berangkat pagi hari dan pulang malam hari tentu saja tidak memiliki waktu lagi untuk berbelanja secara langsung kecuali pada hari libur. Dengan adanya toko online mereka tidak perlu lagi khawatir, karena berbelanja dapat di lakukan dimana saja dan kapan saja. Apakah ketika terjebak di kemacetan Jakarta atau saat terbangun tengah malam. Toko online selalu buka setiap saat selama 24 jam dalam seminggu.
Kelemahan Belanja Online
Dibalik keunggulan pastilah ada beberapa kelemahan. Namun hal ini bisa di hindari jika kita mengetahui sebelumnya. Berikut adalah beberapa kelemahan berbelanja secara online;
Pertama, barang yang dipajang di toko online bisa saja spesifikasinya berbeda dengan yang dikirimkan. Disinilah hak pembeli untuk meminta jaminan atau garansi. Jika spesifikasi tidak sesuai dengan yang dicantumkan di toko online pelanggan berhak mendapatkan penggantian atau uang kembali. Maka jangan lupa untuk screen shot halaman websitenya setiap kita akan membeli sebuah barang. Agar kita bisa melakukan komplen jika barang yang kita beli spesifikasinya tidak sesuai dengan yang disebutkan di toko onlinenya. Bahkan di forum jual beli pemberian garansi sudah menjadi hal yang lumrah sehingga pembeli tidak ragu dan khawatir lagi. Dengan adanya garansi justru akan menaikkan posisi tawar sebuah barang dan tentu saja menaikkan reputasi toko online tersebut.
Kedua, jika barang yang di kirim tidak sesuai dengan spesifikasinya yang paling repot adalah melakukan klaim. Prosesnya bisa lebih lama dibandingkan dengan proses membelinya. Maka ukuran sebuah toko online itu berkualitas atau tidak dapat dilihat juga dari proses kemudahan klaim. Jika hal ini diabaikan lebih baik pembeli menghindari toko online seperti ini. Untuk itu lihatlah testimoni-testimoni terhadap toko online tersebut. Di forum jual beli, testimoni pelanggan jelas sangat berpengaruh terhadap reputasi seorang pedagang. Dengan mengolah testimoni, sebuah toko online akan semakin besar dan semakin memiliki reputasi baik di mata calon pembeli. Pembeli biasanya akan menjadi pelanggan tetap, jika merasa puas dengan layanan dan proses yang baik. Akan lebih baik jika testimoni itu bukan hanya sebatas testimoni secara online.
Ketiga, toko online sangat bergantung pada kurir atau perusahaan jasa pengiriman. Lihat dengan teliti siapakah rekanan toko online tersebut. Karena proses pengiriman bisa saja lebih lama dari yang dijanjikan terutama pada masa-masa sibuk seperti saat Hari Raya. Durasi pengiriman yang cepat juga dapat meningkatkan reputasi toko online. Meskipun sebetulnya pengiriman sudah dilimpahkan pada jasa pengiriman. Maka ada baiknya pembeli memahami betul mana saja perusahaan jasa pengiriman yang bisa tepat waktu mengirimkan barang yang dipesan.

Kami mempunyai solusi untuk mengatasi kelemahan-kelemahan diatas :
Cari toko online yang memiliki rekam jejak yang baik melalui testimoni dan reputasinya. Jadilah pembeli yang cerdas. Untuk menjadi pembeli yang cerdas dimulai dari memilih toko online yang memang sudah betul-betul memiliki reputasi baik. Agar terhindar dari penipuan dan cybercrime lainnya. Pembeli juga harus teliti dengan barang-barang yang di deskripsikan. Jangan malu untuk bertanya dahulu kepada customer service. Pembeli harus cerewet untuk memastikan bahwa barang yang dipesan memang sesuai dengan keinginan pembeli. Proses tanya jawab tersebut bisa dilakukan melalui chatting atau via sms atau bbm, dan lain sebagainya. Tidak jarang mereka juga memiliki social media sehingga bisa lebih mendekatkan diri pada pelanggannya.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari keunggulan dan kelemahan tersebut saya pribadi lebih memilih berbelanja online pada toko online yang sudah direkomendasikan oleh teman-teman saya. Sehingga kerugian atau resiko adanya penipuan bisa dihindari. Maka, rekomendasi inilah yang sebetulnya harus dikelola dengan baik jika para pemilik toko online jeli. Karena rekomendasi adalah marketing yang paling efektif terutama dalam bisnis online.
Dari belanja online saya pun jadi ikut-ikutan berjualan online meskipun hanya sebatas menggunakan forum jual beli. Bahkan tidak sedikit yang menuai kesuksesan karena kemudahan berbelanja secara online menjadi kemudahan berdagang secara online. Toko online tidak perlu ditunggui bahkan tidak perlu mempekerjakan karyawan untuk menjaganya. Bukan tidak mungkin seorang pembeli online berubah menjadi pengusaha online. Dibalik itu semua, jual beli online bisa mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda.
Dimasa-masa yang akan datang dimana proses keamanan berbelanja online semakin baik dan ketat tentu saja pembeli akan merasa nyaman dan merasa dimudahkan untuk melakukan belanja secara online. Yang perlu disiapkan adalah sistem yang baik agar bisa melindungi pembeli maupun penjual.

B. SARAN
Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan utamanya kawan-kawan harus lebih hati-hati dalam melakukan pembelian secara online.  

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


readmore...

Tuesday, March 19, 2013

KEPERCAYAAN ITU MAHAL

Masalah kepercayaan itu banyak diremehkan anak-anak zaman sekarang, banyak orang-orang bilang bohong demi kebaikan itu gak papa, padahal yang namanya bohong yah tetep aja bohong dan itu sebenarnya ga boleh kalo di pikir-pikir sebenernya apa salahnya sih ngomong jujur, takut salah ngapain takut salah selama lu bener ?? tapi kalo emang lu salah yah akuin kesalahan lu jangan ngaku bener buat dipandang orang-orang padahal yang lu lakuin itu salah kalo ketauan kan kepercayaan orang sama lu jadi luntur.

banyak orang berbohong sama orang tua, temen, pacar, dan bahkan sama tuhannya sendiri padahal tuhan ga bisa di bohongin, gua juga bingung kenapa bisa begitu yah mungkin juga sih udah sifat manusiawi dari kalangan pemerintahan sampai rakyat nya pun masih suka berbohong. contohnya korupsi yang paling sering itu juga bisa di bilang kebohongan walaupun itu bisa disebut juga tindak kriminal .

saran gua sih kurangin lah berbohong entah sama siapapun lu harus coba bisa jujur karna kejujuran itu penting, dan kepercayaan orang sama lu jadi luntur gara-gara lu ga jujur atau bohong. yang tadi nya u di percaya sebagai pemimpin dan kalo lu berbuat kebohongan lu bisa ga dipercaya lagi sebagai pemimpin lagi.

pembicaraan gua di atas bukan berarti gua juga orang yang jujur, bahkan gua bisa dibilang gua punya kamus unlimited cara berbohong yang ampuh hahahaha, dan itu membuat orang-orang disekitar gua banyak yang gak percaya sama gua bahkan orang tua gua, tapi gua udah mulai belajar buat bicara jujur di depan semua orang walaupun kadang mereka ga percaya kalo gua udah ngomong yang sebenernya, tapi gpp semua butuh proses buat orang-orang percaya sama gua, suatu saat mereka akan percaya lagi sama kita kalo kita mau berubah buat ga berbohong lagi, dan suatu saat lu bakal cape kalo berbohong terus menerus, karna banyak beban setelah lu berbohong, percaya deh sama gua hahaha, gua yakin setelah baca pernyataan gua di atas lu ga bakal percaya sama gua juga hahaha :D
readmore...

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BEGADANG

Gua akan bahas artikel tentang keuntungan dan kerugian begadang dengan bahasa gua sendiri karna, gua sendiri adalah begadangers, okeh sekarang gua mulai bahas.

Menurut gua itu begadang adalah beraktivitas dari jam 12 malam sampe jam 5 pagi itu juga kalo udah ngantuk kalo yang belom ngantuk bahkan sampe siang baru bisa tidur dan akhirnya ga kuliah atau ga kerja, karna gua pernah ngalamin itu hehehe.

nah sekarang gua bakal bahas dari keuntungan dan kerugian begadang :

keuntungan dari begadang
pertama, kalo misalnya lu begadang lu bisa jagain rumah lu dari ancaman maling (buat yang tinggal tanpa ada nya hansip atau satpam) maklum sekarang lagi rawan maling broo

kedua, lu bisa ngerjain tugas yang ber jangka waktu panjang kaya misalnya, tadi pagi lu di kasih tugas buat minggu depan nah nanti malem lu kerjain tuh pas begadang kan enak lu gausah mikirin tugas minggu depan lagi toh udah lu kerjain sekarang iya ga ??

ketiga, begadang itu moment yang paling tepat buat merenung kesalahan dan kebaikan sama orang-orang di sekitar lu, apalagi lu lagi galau lu bisa menuangkan kegalauan pas begadang kan ga mungkin lu galau siang atau merenung siang-siang kan ga enak .

kerugian dari begadang
pertama, kerugian dari begadang itu lu bisa sakit itu intinya dan kalo lu keseringan begadang itu berbahaya banget broo jadi jangan keseringan.

kedua, kalo lu begadang over fatal akibatnya lu bisa teledor dan akibatnya lu lupa kunci pintu atau jendela kebuka dan akhirnya kehilangan barang-barang berharga lu broo

ketiga, kalo lu begadang lu bisa kesiangan ke kampus atau ke kantor broo (kalo pengangguran sih enak gada masalah begadang)




readmore...

ACARA SEMINAR GKN DI SENAYAN

Tepatnya di Senayan, stadion Gelora Bung Karno acara seminar GKN di gelar pukul 2 siang, menurut gua sih acaranya ini gua nilai minus karna, acara ini menimbulkan komentar miring dari peserta seminar, tpi emang bener sih karna gua sendiri peserta dari acara tersebut juga.

mulai dari pintu masuk aja udah engga beres karna banyak pemindahan dari sektor ke sektor yg lain tanpa ada alasan yang jelas, contohnya seorang perempuan (sebut saja mawar) bertanya kepada petugas 'maaf pak saya tadi di sektor 23 kenapa saya di pindahkan di sektor 24' petugas menjawab 'wah, saya gatau itu bukan urusan saya mba' itu contoh pertama pas saat pintu masuk, acara dimulai dengan band-band terkenal hingga 4 band berturut" muncul peserta seminar sangat semangat melihat konser tersebut, hingga akhirnya awal acara di babat habis oleh 4 band terkenal, dan setelah konser selesai peserta kebanyakan bubar, padahal acara sebenarnya baru akan dimulai setelah konser.

namun para peserta tidak perduli karna mungkin mereka lelah dan mereka ingin pulang, namun ketika mereka ingin pulang petugas penjaga menahan pintu agar peserta tidak boleh pulang begitu juga gua hahaha .
banyak yg mengeluh ingin pulang namun saja tetap tidak boleh, bahkan ada yang sudah disitu sejak pagi tidak boleh di izinkan pulang, katanya sih nunggu acara selesai baru boleh pulang hmm. Dari situ gua bilang acara ini sedikit minus karena, konsep acara yang di buat oleh panitia kurang baik, seharusnya panitia mengadakan konser ditengah acara dan di akhir acara agar peserta tidak terlalu di beri hiburan terus menerus, dan akhirnya pada pengen pulang kan.

Begitu juga kondisi sound system lebih keras suara konser dibanding pidato dari ketua microsoft sebenernya ini acara seminar apa acara konser hadeh.

yah semoga kalo tahun depan ada acara GKN lagi semoga konsep acara bisa dirubah menjadi lebih baik lagi .
readmore...

Monday, March 11, 2013

MIMPI ITU PENTING ENGGAK SIH ??


lagi" bicara tentang mimpi ??
sebenernya mimpi itu penting ga sih?? mimpi itu perlu ga sih ???
gua sering bertanya sama diri gua sendiri apakah mimpi kita itu bisa terwujud ??
banyak orang yg udah sukses karna mimpi'a terwujud contohnya :
ANDREA HIRATA  seorang penulis terkenal yg membuat sebuah karya novel yg berjudul Laskar Pelangi yg kini sudah terkenal bahkan sampai di film kan dan menjadikan motivasi orang" .
RADITYA DIKA seorang pelajar bodoh yg kini menjadi penulis terkenal walaupun isinya hanya lelucon bodoh tp bisa membuat orang tertawa gila dengan buku pertamanya Kambing Jantan kasih tepok tangan meriah buat mas dika hehehe, kata yg selalu gua inget dr mas dika adalah dia cuma pengen bikin orang ketawa sejenak untuk melupakan stresnya hidup, masalah yg membuat pusing walupun cuma sbentar ngelupain'a .
BURHANUDDIN ASHARI seorang mahasiswa Universitas XXXX yg pernah gagal cuma gara" kata pengantar'a Bahasa Inggris dan sekarang pindah ke Universitas YYYYYYYY ngulang lg dr semester awal sampe sakarang belom sukses juga (LOHH ??) perasaan tadi ngomongin orang sukses knapa yg satu ini belom sukses yahh. yauda cuekin aja mungkin setahun atau tiga tahun lagi dia sukses amin .

nah tadi itu contoh" orang yg udah sukses karna mimpi'a udah tercapai kecuali orang yg ketiga .
mungkin itu baru sebagian dr mimpi mereka, dan masih banyak lagi mimpi mereka yg belom tercapai .  apakah mimpi mereka sekedar mimpi doang ?? makan, mandi, maen, ngobrol, kecapean, tidur, mimpi, terus bangun jadi kenyataan ?? *oiya minum'a ketinggalan masa gak minum abis makan .

balik lg ke pembicaraan yg tadi . mereka semua ga hanya ngelakuin itu aja, mereka semua bisa kaya gitu ga cuma ngandelin mimpi'a !! tp mereka juga berusaha dan berdoa agar bisa terwujud mimpinya .
kalo mereka cuma ngandelin mimpi doang !! gua juga bisa kaya mereka .

jadi sebenernya mimpi itu penting juga buat motivasi diri kita biar kita punya gambaran gmna kedepan'a nanti tapi jangan lupa semuanya di lakuin pake usaha dan berdoa kalo engga sama aja lu mau k inggris tapi gatau inggris itu dmna dan luu gatau inggris itu nama makanan atau negara ?? iyya gak ?? . jadi usahakan luu semua punya MIMPI karna bermimpi itu ga salah ko . bermimpilah sebelum mimpi itu bayar . walaupun simple tapi  semoga bermanfaat .

readmore...